-->
ZIONIS TAK LAYAK DILINDUNGI

ZIONIS TAK LAYAK DILINDUNGI


Penulis: Amila Sholiha

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengungkapkan bahwa pemerintahnya telah menyiapkan rencana teknis untuk memindahkan warga Palestina keluar dari Jalur Gaza. Namun, pihak Israel mengonfirmasi bahwa mereka masih menunggu keputusan Amerika Serikat untuk menentukan negara mana yang bersedia menampung warga Palestina tersebut. Katz menyatakan bahwa pemerintah Israel telah mempersiapkan berbagai skenario teknis untuk mengosongkan populasi warga Palestina dari Gaza (DetikNews, 3/9/2026).


Pengungkapan Data dan Fakta Kezaliman

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, turut memaparkan skenario untuk mengusir 1,86 juta warga Palestina dari Jalur Gaza dalam kurun waktu tujuh tahun dengan menggunakan dalih manipulatif "migrasi sukarela". Selain mempropagandakan pengusiran massal, Ben-Gvir berulang kali melakukan aksi provokasi keagamaan dengan menerobos masuk ke kompleks suci Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.

Aksi kekerasan serupa merebak di Tepi Barat. Para pemukim ilegal Zionis berupaya menerobos dan membakar sebuah fasilitas masjid. Laporan media mengonfirmasi bahwa tempat ibadah yang diserang tersebut adalah Masjid Nur al-Din Zengi yang berlokasi di Desa Bazariya, sebelah barat laut Nablus.


Bedah Fakta: Perangkap Nation-State dan Proyek Kolonialisme

Konsekuensi logis dari penerapan sistem nation-state (negara-bangsa) di dunia Islam adalah ketidakmampuan menyatukan potensi kekuatan militer kaum muslimin untuk mengusir entitas penjajah Zionis. Saat ini, negeri-negeri Muslim disibukkan oleh komplikasi problematika dalam negeri dan batas teritorial masing-masing. Alhasil, umat Islam terhalang dari memikul kewajiban utamanya untuk memberikan perlindungan militer secara konkret kepada saudara seakidah yang sedang mengalami genosida.

Di sisi lain, negara-negara imperialis Barat justru berusaha menormalisasi aksi pembersihan etnis (ethnic cleansing) melalui eupemisme istilah diplomasi yang halus, seperti mengemas pengusiran paksa menjadi "migrasi sukarela". Ketergantungan entitas Zionis pada lampu hijau Amerika Serikat dalam mengeksekusi rencananya membuktikan bahwa entitas tersebut bukanlah negara berdaulat yang mandiri, melainkan proyek kolonial geopolitik yang disokong penuh oleh kekuatan adidaya Barat.


Solusi Tuntas dan Hakiki

Solusi mendasar atas krisis Palestina adalah hadirnya kembali junnah (perisai) politik bagi umat. Junnah berupa institusi negara inilah yang akan memberikan perlindungan nyata bagi setiap jiwa, kehormatan, serta jengkal tanah milik kaum muslimin. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتِلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ
Artinya: “Sesungguhnya Imam (khalifah) itu adalah perisai; tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung dengannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Tatkala junnah ini berdiri, umat Islam tidak lagi terisolasi dalam ego teritorial masing-masing. Umat akan disatukan di bawah satu komando kepemimpinan global untuk mengerahkan angkatan bersenjata menghentikan aksi penjajahan Zionis. Tatanan kehidupan tersebut tidak lain adalah penerapan syariat Islam secara utuh di bawah naungan Khilafah.

Allah SWT menegaskan kewajiban membela kaum yang tertindas:

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ
Artinya: “Dan mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak...” (QS. An-Nisa': 75).

Oleh karena itu, setiap individu muslim memikul kewajiban syar'i untuk mengambil bagian dalam perjuangan mengembalikan kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah, dengan meneladani manhaj metode perjuangan dakwah Rasulullah ﷺ.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel