DI MANA BOP SAAT ENTITAS ZIONIS ISRAEL BANGUN TEMBOK MEMBELAH GAZA?
Senin, 10 Agustus 2026
Edit

Penulis: Ummu Zaid
Israel secara diam-diam membangun tembok tanah raksasa sepanjang 23 kilometer yang membelah lebih dari separuh wilayah Jalur Gaza. Keberadaan penghalang ini terungkap melalui citra satelit yang menunjukkan bahwa pembangunannya telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir (Associated Press, 21/7/2026).
Proyek tersebut akan memperluas pemisahan wilayah di Jalur Gaza, melintasi sejumlah permukiman Palestina yang telah hancur dibombardir Israel, tempat bernaung bagi lebih dari dua juta penduduk. Pertanyaannya, ke mana lagi warga Gaza harus mencari perlindungan dan mempertahankan hidupnya? Dengan adanya tembok pemisah ini, entitas penjajah akan makin leluasa dan mudah melakukan genosida.
Peran BoP dan New Gaza Sekadar Omong Kosong
Pembangunan tembok yang membelah Gaza menegaskan ambisi entitas Zionis Israel untuk menguasai seluruh wilayah tersebut hingga tak bersisa. Kekejaman dan kebiadaban entitas penjajah ini harus segera dihentikan karena telah melampaui batas akal sehat dan kemanusiaan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa Israel tidak akan pernah dengan sukarela memberikan kemerdekaan kepada rakyat Palestina, sekalipun dunia menentangnya.
Padahal, inisiatif Board of Peace (BoP) dan proyek New Gaza diklaim didirikan untuk mendamaikan Israel dan Palestina. Ternyata, semua itu hanyalah siasat licik serta propaganda menipu yang tidak akan pernah menghantarkan Palestina pada kemerdekaan sejati.
Harapan sebagian pihak untuk menyelamatkan warga Gaza melalui BoP ibarat pungguk merindukan bulan. Berharap kemerdekaan dan pengakuan kedaulatan negara Palestina dari pihak penjajah adalah sebuah kenaifan yang lahir akibat tipu daya negara komprador. Faktanya, entitas Zionis adalah sekutu abadi Amerika Serikat yang akan terus dilindungi sampai kapan pun. BoP tak ubahnya topeng yang menutupi wajah asli imperialisme yang bengis; tujuan utama mereka adalah melanggengkan pembantaian dan menghadang kebangkitan persatuan umat Islam.
Seruan Jihad dan Persatuan Umat
Umat Islam tidak boleh tertipu dengan propaganda usulan negara-negara sekuler seperti BoP dan New Gaza. Berdamai dan menyerahkan tanah kaum muslimin kepada entitas Zionis Israel adalah haram. Umat Islam harus menegakkan jihad fi sabilillah untuk melawan entitas penjajah tersebut karena hukumnya adalah fardu kifayah atas seluruh kaum muslimin.
Sayangnya, ketiadaan institusi kepemimpinan umum (Khilafah) menyebabkan umat Islam saat ini tidak bisa menegakkan kewajiban jihad secara sempurna. Untuk itu, umat harus terus disadarkan terkait sikap diam sebagian penguasa negeri-negeri muslim yang hanya bisa mengecam, berdiam diri, dan sekadar menjadi penonton atas penderitaan saudaranya di Gaza.
Umat perlu diajak untuk fokus pada perjuangan menegakkan institusi kepemimpinan Islam yang akan menjadi perisai (junnah) bagi rakyat Palestina. Persatuan negeri-negeri muslim di bawah naungan Khilafah merupakan kunci kemenangan bagi warga Gaza dan seluruh dunia Islam. Di bawah institusi kekhilafahan ini, umat Islam akan terlindungi, tidak mudah tertipu, tidak bisa dipecah belah, dan terbebas dari segala bentuk penjajahan.
Solusi Tuntas: Jihad dan Penerapan Syariat Islam
Hanya melalui seruan jihad di bawah komando kepemimpinan Islam, seorang Khalifah akan mengerahkan tentara kaum muslimin ke Palestina untuk berperang dan mengusir penjajah dari bumi yang diberkahi tersebut. Bahkan, hegemoni negara-negara penyokongnya seperti Amerika Serikat akan mampu dihadapi dan dituntaskan.
Umat Islam kelak akan kembali meraih kemenangan gemilang (sebagaimana yang pernah ditorehkan oleh Khalifah Umar bin Khattab dan panglima Salahuddin Al-Ayyubi) selama umat mau berpegang teguh pada Al-Qur'an dan As-Sunnah, serta mau menerapkan Islam secara menyeluruh (kaffah) dalam kehidupan bernegara.
Allah SWT berfirman:
وَأَعِدُّوا لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ
Artinya: “Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang, yang dengan itu kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu serta orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi.” (QS. Al-Anfal: 60).
Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman:
الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ
Artinya: “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Dan itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.” (QS. At-Taubah: 20).
Wallahu a'lam bish-shawab.