GAZA BARU DAN DEWAN PERDAMAIAN GAZA UNTUK KEMERDEKAAN PALESTINA ATAU PENJAJAHAN GAYA BARU AMERIKA?
Jumat, 06 Februari 2026
Edit

Penulis: Wida Nusaibah | Pemerhati Masalah Global
Amerika Serikat telah mempersiapkan pembangunan Gaza Baru sesuai versi mereka. Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan rencana mereka "membangun Gaza Baru", yakni proyek pembangunan dari nol wilayah Palestina yang hancur. Merujuk salindia presentasi resmi, AS akan membangun puluhan gedung pencakar langit, yang membentang di sepanjang pantai dan bekas perumahan di kawasan Rafah yang telah luluh lantak. (BBC, 23/01/26)
Selain itu, pada 22 Januari 2026, Donald Trump telah membentuk Dewan Keamanan Gaza atau Board of Peace (BoP). Di mana Indonesia, Mesir, Turki, Arab Saudi, dan beberapa negara Muslim lainnya ikut bergabung menjadi anggotanya.
Menanggapi hal itu, cucu pendiri NU, Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang-Jawa Timur, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, meminta pemerintah mengkaji ulang keanggotaan RI di Dewan Perdamaian Gaza. Gus Salam menilai BoP bukan lembaga resmi bentukan PBB, melainkan hasil inisiatif Trump yang jelas menguntungkan Zionis, dan mengancam kedaulatan Indonesia. Keanggotaan BoP bertentangan dengan sejarah NU dan prinsip anti-penjajahan Indonesia. (Liputan6, 31/01/26)
Rekam jejak tindakan Amerika dalam menguasai (menjajah) negeri-negeri Muslim sudah tidak diragukan lagi. Predikat Amerika sebagai gembong penjajah tidaklah berlebihan. Akan tetapi, masih saja ada negeri Muslim yang mendukungnya. Ini merupakan pengkhianatan nyata pemimpin negeri-negeri Muslim terhadap saudara seiman, yakni kaum Muslimin.
Apakah para pemimpin negeri Muslim lupa bahwa di belakang Zionis Israel ada Amerika yang mendukungnya dalam melakukan genosida di Palestina? Umat tidak boleh lupa, bahwa Zionis dan Amerika berambisi untuk menguasai Gaza. Proyek Gaza Baru dan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza hanyalah kedok untuk menghapus jejak genosida yang mereka lakukan di Gaza.
BoP dan Gaza Baru jelas dirancang demi memperkuat posisi kendali politik internasional Amerika untuk merangkul negeri-negeri Muslim. Semua itu merupakan strategi atau siasat licik Amerika demi menguasai dan mengendalikan Gaza secara total. Ketika Gaza berada di bawah kendali Amerika, maka kemerdekaan Gaza telah pupus, yang ada adalah penjajahan gaya baru yang dibalut dengan istilah perdamaian. Apalagi, dalam proyek Gaza Baru dan BoP tidak melibatkan Palestina sama sekali.
Wilayah Gaza dan Palestina sejatinya merupakan tanah milik kaum Muslimin. Maka, sudah menjadi kewajiban bagi kaum Muslimin untuk mempertahankan dari setiap upaya musuh yang hendak merebutnya. Selain itu, Allah Subhanahu wa ta'ala juga melarang umat Islam untuk tunduk dan setia di bawah kepemimpinan kaum kafir.
Umat bersama pemimpin kaum Muslimin hendaknya melawan berbagai upaya makar Amerika dan Zionis yang hendak menguasai Gaza. Tidak ada jalan lain untuk memberikan kemerdekaan hakiki bagi Palestina kecuali dengan mengusir penjajah agar hengkang dari sana. Tak halal sedikit pun membiarkan sejengkal tanah umat Islam dirampas oleh penjajah kafir laknatullah.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَا قْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ وَاَ خْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ اَخْرَجُوْكُمْ وَا لْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقٰتِلُوْهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ حَتّٰى يُقٰتِلُوْكُمْ فِيْهِ ۚ فَاِ نْ قٰتَلُوْكُمْ فَا قْتُلُوْهُمْ ۗ كَذٰلِكَ جَزَآءُ الْكٰفِرِيْنَ
"Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 191)
Semua itu tidak akan terwujud selama negeri-negeri Muslim masih terpecah oleh nasionalisme. Penguasa negeri-negeri Muslim harus sadar bahwa kekuatan penuh umat Islam hanya akan terwujud ketika bersatu di bawah naungan Khilafah. Kemudian, Khilafah yang akan mengomando jihad akbar untuk memerangi dan mengusir penjajah dari tanah Palestina.
Umat tidak boleh teralihkan dengan memaknai jihad sebagai seluruh aktivitas yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Umat harus fokus pada makna syariah jihad, yakni perang dan segala aktivitas yang berkaitan atau mendukung perang itu.
“Jihad adalah mengerahkan segenap kemampuan dalam perang di jalan Allah, baik secara langsung mendesak, maupun dengan memberikan bantuan untuk perang, misalnya bantuan berupa harta, pendapat, memperbanyak pasukan perang, dan lain-lain.” (Taqiyuddīn An-Nabhāni, Al-Syakhshiyyah Al-Islāmiyyah, 2/145)
Ketika umat telah memahami bahwa makna jihad adalah perang, dan jihad memerangi penjajah adalah wajib, maka umat akan fokus pada setiap upaya untuk mewujudkannya. Sedangkan jihad sulit terwujud tanpa keberadaan Khilafah. Maka umat Islam bersama jamaah dakwah ideologis harus menjadikan Khilafah sebagai qadhiyah masiriyah (agenda utama) dan segera merealisasikannya.
Upaya memahamkan umat ini hanya dapat dilakukan oleh partai politik Islam Ideologis yang tegak atas akidah Islam. Partai politik yang meneladani thariqah dakwah Rasulullah dan berjuang untuk melanjutkan kehidupan Islam yang diwariskan oleh Rasulullah. Partai politik ideologis akan membina umat dengan tsaqofah Islam, memimpin umat untuk bangkit, serta membebaskan umat dari cengkeraman penjajah kaum kafir imperialis. Semoga perjuangan ini segera berhasil dengan Allah menurunkan pertolongan-Nya.
Wallahu a'lam bishawab.