MERAWAT KETAKWAAN PASCA RAMADHAN
Kamis, 09 April 2026
Edit

Penulis: Nurhayati | Muslimah Peduli Umat
Ramadhan telah berlalu. Berbagai kenikmatan dan keutamaan yang Allah hamparkan sepanjang bulan itu kini sudah terhenti. Meski Ramadhan telah usai, ketakwaan tentu harus tetap disemai. Bukankah tujuan shaum sepanjang Ramadhan adalah untuk melahirkan pribadi-pribadi yang bertakwa? Ketakwaan itu harus terus mengisi kehidupan sepanjang zaman.
Ada tiga kelompok manusia yang berkaitan dengan Ramadhan:
- Kelompok pertama: Manusia yang sebelum maupun sesudah Ramadhan sama saja, mengabaikan ketakwaan kepada Allah SWT. Manusia kelompok ini adalah yang paling celaka.
- Kelompok kedua: Manusia yang sebelum Ramadhan jauh dari Allah SWT dan sering mengabaikan perintah-Nya, tetapi ketika Ramadhan tiba, mereka bersungguh-sungguh mengerjakan ibadah shaum, tadarus, dan taraweh.
- Kelompok ketiga: Manusia yang sebelum Ramadhan memang sudah dekat dengan Allah SWT, selalu bersungguh-sungguh menjalankan perintah-Nya. Saat bulan Ramadhan datang, ketaatan mereka semakin bertambah, dan setelah Ramadhan pun tetap sama. Mereka bekerja keras menjaga ketaatan tersebut.
Seorang muslim yang bertahan dalam ketakwaan usai Ramadhan menunjukkan bahwa amal-amal ibadahnya selama bulan Ramadhan diterima. Sebaliknya, jika ketakwaan ikut pudar seiring berakhirnya bulan Ramadhan, itu menjadi tanda bahwa amal-amal ibadahnya selama bulan Ramadhan ditolak.
Oleh karena itu, siapa saja yang menginginkan agar amal-amal ibadahnya sepanjang Ramadhan diterima oleh Allah SWT, ia harus merawat dan mewujudkan ketakwaan hakiki dalam dirinya. Beberapa langkah yang harus dilakukan antara lain:
- Menjadikan ridho Allah sebagai tujuan tertinggi dalam hidupnya.
- Mewujudkan rasa takut hanya kepada Allah SWT.
- Menerima Islam secara kaffah dan tidak memilah-milah aturan Allah SWT.
- Memberikan loyalitas hanya kepada Allah dan Rasul-Nya, serta berlepas diri dari orang-orang kafir.
- Bersabar dalam ketaatan.
Semoga Allah SWT mengokohkan keimanan dan ketakwaan kita usai Ramadhan. Semoga Allah SWT juga mengokohkan diri kita dalam perjuangan menegakkan syariah Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan.