SAAT KARTU SEHAT TIBA TIBA TAK BERNYAWA

SAAT KARTU SEHAT TIBA TIBA TAK BERNYAWA


Penulis: Ilma Nafiah

Sebelas juta nama hilang seketika
kartu sehat berubah tak bermakna
rakyat miskin terdiam tanpa suara
nyawa digantung pada sistem data

Pasien cuci darah menatap cemas
jadwal rutin berubah jadi ancaman nyata
satu kali terlambat bisa berbahaya
namun status nonaktif menutup akses mereka

Rumah sakit berdiri dalam dilema
melayani tanpa jaminan dana
moral berbentur aturan negara
administrasi lebih keras dari nurani manusia

Alasan resmi menyebut verifikasi data
pemutakhiran demi tertib tata kelola
namun rakyat kecil menanggung derita
karena hidup tak bisa menunggu birokrasi selesai kerja

Kesehatan berubah jadi angka
aktif nonaktif dalam berkas negara
hak dasar kini bersyarat semata
tergantung validasi dan kuota

Dalam sistem berbasis asuransi sosial
nyawa tunduk pada hitung fiskal
ketika anggaran ditekan rasional
rakyat miskin pertama jadi korban structural

Islam memandang sehat sebagai amanah
kewajiban negara tanpa celah
bukan klaim bukan iuran yang berubah
bukan hak yang gugur karena administrasi lemah

Baitul mal menjadi penyangga
membiayai layanan tanpa jeda
rumah sakit berdiri untuk semua
tanpa kartu tanpa syarat data

Selama nyawa masih dihitung biaya
dan miskin bergantung pada status semata
ketakutan akan terus membayangi jiwa
hingga negara benar benar menjaga manusia

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel